Selasa, 09 Maret 2021

Isro Mi'roj dan Shalat wajib

 Isro dan Mi’roj Nabi Muhammad Shollalllahu ‘alaihi wa aalihi wasalam


Sering kita mendengar banyak orang mengucapkan kalimat Isro Mi’roj, padahal yang lebih tepatnya adalah Isro dan Mi’roj, karena kalimat tersebut adalah terdiri dari dua kata yaitu isro dan mi’roj dan memiliki arti yang berbeda. Isro adalah perjalanan Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam dari masjid al-Haram di Makkah ke masjid al-Aqsha di Palestina, sedangkan Mi’roj adalah perjalanan Nabi Muhammad Shollahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dari masjid al-Aqsha menuju langit dan melewati tujuh lapis langit, lalu menuju ke Sidrotul muntaha kemudian bertemu Allah Subhanahu wa ta’ala secara langsung di ‘arsy menerima perintah shalat untuk ummat Nya.

Peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat luar biasa, karena dari Makkah ke Palestina lalu pergi ke langit yang memiliki tujuh lapis kemudian turun lagi ke bumi dan kembali ke Makkah hanya di tempuh dalam satu malam, siapa orang yang tidak mempercayainya atau meragukan nya bisa jatuh ke dalam kekafiran, oleh karena itu kita wajib percaya dan meyakini bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.  Mempercayai dan meyakini terjadinya peristiwa tersebut harus  di yakini dengan hati terlebih dahulu, setelah itu  dengan logika akal. Orang yang pertama kali berani mengatakan dengan tegas bahwa peristiwa tersebut benar terjadi adalah Sayyidina Abu Bakar sehingga beliau di berikan gelar as-Shiddiq yang berarti benar atau jujur.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam ketika bertemu Allah  Subhanahu wa ta’ala mengucapkan kalimat Attaahiyyaatul mubaarokatu sholawaat  toyyibaatu lillaah (segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan hanya milik Allah), lalu Allah menjawab kalimat tersebut dengan  ucapan Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullohi wa barakaatuh ( keselamatan, rahmat dan keberkahan untukmu mu wahai Nabi ), lalu Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam menjawab ungkapan tersebut dengan kalimat Assalaamu ‘alaina wa ‘alaa ‘ibaadillaahi shoolihiin (semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada semua hamba Allah yang sholeh). Inilah dialog antara Nabi Muhammad  Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam dengan Allah Subhanahu wa ta’ala yang di abadikan dalam sholat. Kemudian Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam menerima perintah shalat lima puluh waktu untuk ummatnya. Namun ketika sedang turun ke bumi melewati beberapa langit dan bertemu dengan Nabi Musa ‘alaihissalam beliau ditanya oleh nya tentang apa yang di amanahkan kepada Nabi Muhammad untuk ummatnya, nabi Musa menyarankan kepada nabi Muhammad untuk kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala  dan meminta keringanan jumlah shalat dikarenakan ummat Nabi Musa saja yang berbadan besar dan kuat kurang mampu melaksanakannya apalagi ummat Nabi Muhammad . Karena sifat Rohman dan Rohim nya Allah Subhanahu wa ta’ala, akhirnya shalat fardhu yang tadinya lima puluh waktu menjadi lima waktu.

Sholat merupakan warisan dari peristiwa isro dan mi’roj nya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam  dan sebagai bukti nyata komunikasinya makhluk kepada sang Kholik. Semakin baik dan berkualitas pelaksanaan ibadah shalat seseorang, maka akan terbentuk pula karakter pribadi yang baik, karena efek positif dari pelaksanaan shalat yang baik adalah dapat mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan keji dan munkar. Shalat yang di  terima oleh Allah atau sah adalah shalat yang terpenuhi dengan baik segala syarat dan rukun-rukun nya. Sholat merupakan tiang agama, siapa orang yang melakukan shalat dengan baik, berarti dia sedang menegakkan agamanya, siapa yang tidak sholat atau mengerjakannya dengan lalai, berarti dia meruntuhkan dan melemahkan agamanya. Sholat juga merupakan perbedaan antara orang muslim dan kafir. Oleh karena itu mari kita peringati peristiwa isro dan mi’roj nya nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa aalihi wasalllam dengan cara meningkatkan kwalitas dan kuantitas shalat fardhu dan sunnah kita, sehingga terlahir individu-individu yang baik, tercipta komunitas yang baik, lingkungan yang aman dan tentram dan negara yang Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Amiin.


Sabtu, 06 Maret 2021

TAHDID (KISI-KISI) PELAJARAN BTQ DAN BAHASA ARAB PTS GENAP TAHUN AJARAN 2020-2021

 

Kisi-kisi BTQ kelas 7 PTS Genap

-        -  Hukum Nun sukun dan Tanwin

-         -  Izhar wajib/Izhar Mutlaq

-          - Penulisan yang baik dan benar (Bab semester 2)

Kisi-kisi BTQ kelas 8 PTS Genap

-        -   Hukum bacaan RO

-          - Hukum bacaan LAM dalam Lafzul Jalalah

-          - Macam-macam idgham (mutamtsilain, mutaqoribain, mutajanisain)

-          - Izhar qomariyah dan idgham syamsiah

-          - Menulis surat al-ikhlas

-          - Tebak hukum tajwid dalam satu ayat alquran

Kisi-kisi BTQ Kelas 9 PTS GENAP

-        -   Adawatul istifham

-          - Mad Lazim

-          - Mad Badal, tamkin, Farqu

-          - Menentukan hukum tajwid yang terdapat pada ayat 1 surat al-qolam

 

Kisi-kisi Bahasa arab kelas 7 PTS Genap

-        -   Bilangan Arab satuan, belasan, puluhan dan seratus

-          - Khobar muqoddam dan mubtada muakhor

-          - Mufrodat2 di awal bab semester 2

-          - Mengganti angka latin ke angka arab atau sebaliknya

-          - Menterjemahkan kalimat bahasa arab ke bahasa indonesia atau sebaliknya

-          - Menentukan kata yang termasuk mubtada dan khobar

Kisi-kisi Bahsa arab kelas 8 Pts Genap

-        -   Masdar

-          - Mufrodat-mufrodat bab semester 2

-          - Dua bab semester 2

-          - Membuat fiil madhi, mudhori dan masdar dari kata-kata tertentu

-          - Menterjemahkan kalimat bahasa arab ke bahasa indonesia atau sebaliknya

-          - Membuat dialog bahasa arab tentang hobi, minimal 5 baris

Kisi-kiri bahasa arab kelas 9 PTS Genap

-        -   Mufrodat awal bab semester 2

-          - Fi’il amr

-          - Pengertian mufrod, mutsanna, jamak, muzakkar dan muannats

-          - Isim maushul

-          - Mudhodh atau lawan kata

-          - Memberikan baris atau harkat dalam satu kalimat pendek

-          - Menterjemahkan teks arab ke dalam bahasa indonesia atau sebaliknya

-          - Membuat contoh kalimat fiil amr dan kalimat yang mengandung isim maushul

Kamis, 18 Februari 2021

Kriteria menjadi murid atau siswa yang ideal

 Seorang peserta didik hendaknya memiliki perilaku yang baik terhadap dirinya sendiri, kepada guru dan kepada saudara-saudaranya.

Adapun perilaku yang baik terhadap dirinya sendiri, yaitu :

-          - Meninggalkan sifat-sifat takabur atau sombong

-          - Tawadhu atau rendah hati

-          - Berperilaku yang benar, baik dalam perkatan ataupun perbuatan

-          - Memiliki jiwa yang penuh semangat

-          - Menundukan pandangan terhadap yang haram

-          - Menjaga ilmu yang di dapatkan, karena sebagai amanah dari Allah

- Tidak menjawab pertanyaan tentang hal yang belum di pelajari atau diketahu


Adapun perilaku yang baik terhadap guru, yaitu :

-         -  Meyakini bahwasanya seorang guru lebih mulya dan lebih besar dari orang tua kandungnya, karena dia yang membina dan mendidik jiwa peserta didik

-          - Rendah hati didepan Guru, duduk dengan santun  dan penuh perhatian terhadap apa yang disampaikan

-          - Tidak bercanda

-          - Tidak membedakan antara satu guru dengan guru yang lain

- Tidak bertanya sesuatu yang guru tersebut tidak mengetahui jawabannya


Adapun perilaku yang baik terhadap sesama siswa, yaitu :

-         - Saling menghormati

-          - Tidak bertengkar satu sama lain

-          - Tidak merasa paling mulya dan hebat

- Tidak mentertawakan teman yang tak mampu menjawab pertanyaan dari guru


Semoga kita termasuk murid-murid yang selalu khormat dan ta'zhim kepada Guru. Tidak ada istilah bekas guru ataupun bekas murid.

Rabu, 17 Februari 2021

Kriteria seorang Guru yang ideal

 Guru adalah sebagai perantara atau pemandu siswa dalam mencapai kesempurnaan memahami berbagai macam ilmu agama dan pengetahuan, oleh karena itu, maka menjadi syarat mutlak bagi guru memiliki sifat-sifat terpuji, karena seorang siswa memiliki ruh atau jiwa yang lemah atau labil jika di bandingkan dengan seorang guru, maka menjadi sebuah kewajiban bagi seorang guru untuk memiliki sifat-sifat kemulyaan tersebut, sehingga muridnya akan mengikuti jejak gurunya. Guru memiliki sifat terpuji, maka murid pun insyaAllah akan memiliki sifat terpuji juga.

Adapun sifat – sifat terpuji seorang guru diantara nya, yaitu :

1.      1.  Bertaqwa serta di iringi sifat tawadhu (rendah hati) sehingga murid senang dengannya dan bisa menjadi contoh bagi mereka

2.      2.  Lembut serta tegas sehingga bisa mejadi pembela bagi mereka ketika ada yang merasa teraniya diantara sesama siswa

3.      3.  Memiliki kasih sayang kepada peserta didik, menjadi teman, selalu berusaha memulyakan mereka dengan menerapkan dan mencontohkan akhlak yang baik dan selalu memberikan nasehat-nasehat

4.      4.  Mendidik dengan sebaik-baik pendidikan

5. Tidak membebani mereka atau peserta didik dengan tugas-tugas yang mereka tidak mampu mengerjakannya

Semoga Guru-guru kita semua diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Aaamiin ya Robbal'alamiin





Rabu, 10 Februari 2021

Kenapa kita harus bertaqwa dan apa manfaatnya?

 

Taqwa yaitu menjalankan segala perintah-perintah Nya dan menjauhi segala larangan-larangan Nya dalam keadaan tersembunyi atau dalam keadaaan ramai atau terang-terangan. Contoh dari pengamalan taqwa seperti, melakukan shalat fardhu meskipun di lihat orang atapun tidak, tidak melakukan perbuatan maksiat meskipun dalam keadaan sendiri atau pun dalam keadaan banyak orang.

Tidak sempurna ketaqwaan seseorang kecuali dengan meninggalkan segala perbuatan keji serta selalu menjalankan segala kebaikan –kebaikan, inilah jalan hidup orang-orang yang akan selalu di bimbing oleh hidayah Allah sehingga mendapatkan kemulyaan yang membawa kepada kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai ketaqwaan yang sebenar-benarnya :

1.       1. Menyadari dan merenungi bahwasanya manusia itu adalah makhluk yang kotor serta menjijikan dan  Allah Subhanahu wa ta’ala adalah Tuhan yang Maha Mulya lagi Maha Kuat, oleh karena itu tidak sepantasnya bagi yang kotor dan hina bermaksiat terhadap yang Maha Mulya karena hidup matinya seseorang ada di genggamannya

2.      2.  Hendaknya selalu ingat dan bersikap ihsan atau merasa selalu di awasi ketika mengerjakan segala aktifitas harian. Bangun tidur merasa di awasi oleh Allah, sedang mandi merasa di awasi oleh Allah, sedang melakukan perjalan merasa di awasi Allah, dan lainnya. Orang yang seperti ini akan mendapatkan nikmat kesuksesan dalam hidupnya

3.      3.  Hendaknya selalu mengingat kematian, karena orang yang selalu mengingat kematian, maka ia akan sadar apakah nantinya akan masuk ke surga atau neraka ketika di bangkitkan dari alam kubur. Orang yang selalu melakukan amal sholeh, maka amal sholeh nya itu menjadi penolong baginya di hari kiamat kelak serta pastinya selalu berperilaku baik dan penuh kasih sayang dalam kesehariannya ketika bergaul dengan lingkungan.

Adapun buah atau hasil dari ketaqwaan yaitu mendapat dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

1. Kebahagiaan di dunia contohnya seperti meningkatnya kesehatan dan kemampuan untuk beraktifitas, nama baik terjaga di lingkungan masyarakat, selalu di sebut oleh masyarakat sebagai orang yang baik, selalu berusaha bersikap kasih sayang terhadap manusia. Karena pada dasarnya, orang yang selalu bertaqwa akan memulyakan dan menyayangi yang kecil atau lebih rendah dan mencintai, menghormati, serta  memulyakan yang besar atau lebih tua dan memandang semua manusia itu layak diperlakukan dengan sebaik-baiknya.

2. Adapun kebahagian di akhirat contohnya seperti terbebas dari sentuhan api neraka, mendapatkan kemenangan dengan simbol kebahagiaan masuk surga, dan tercatat di sisi Allah sebagai orang yang bertaqwa yang mendapatkan kemulyaan, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’aala :


“ Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan mereka termasuk golongan orang-orang yang Ikhsan”



Selasa, 09 Februari 2021

Arti taqwa dan cara menggapai derajatnya

 

Taqwa yaitu menjalankan segala perintah-perintah Nya dan menjauhi segala larangan-larangan Nya dalam keadaan tersembunyi atau dalam keadaaan ramai atau terang-terangan. Contoh dari pengamalan taqwa seperti, melakukan shalat fardhu mesikupun di lihat orang atapun tidak, tidak melakukan perbuatan maksiat meskipun dalam keadaan sendiri atau pun dalam keadaan banyak orang.

Tidak sempurna ketaqwaan seseorang kecuali dengan meninggalkan segala perbuatan keji serta selalu menjalankan segala kebaikan –kebaikan, inilah jalan hidup orang-orang yang akan selalu di bimbing oleh hidayah Allah sehingga mendapatkan kemulyaan yang membawa kepada kesuksesan di dunia dan di akhirat.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai ketaqwaan yang sebenar-benarnya :

1.      1.  Menyadari dan merenungi bahwasanya manusia itu adalah makhluk yang kotor serta menjijikan dan  Allah Subahanahu wa ta’ala adalah Tuhan yang Maha Mulya lagi Maha Kuat, oleh karena itu tidak sepantasnya bagi yang kotor dan hina bermaksiat terhadap yang Maha Mulya karena hidup matinya seseorang ada di genggamannya

2.       2. Hendaknya selalu ingat dan bersikap ihsan atau merasa selalu di awasi ketika mengerjakan segala aktifitas harian. Bangu tidur merasa di awasi oleh Allah, sedang mandi merasa di awasi oeleh Allah, sedang melakukan perjalan merasa di awasi Allah, dan lainnya. Orang yang seperti ini akan mendapatkan nikmat kesuksesan dalam hidupnya

3. Hendaknya selalu mengingat kematian, karena orang yang selalu mengingat kematian, maka ia akan sadar apakah nantinya akan masuk ke surga atau neraka ketika di bangkitkan dari alam kubur. Orang yang selalu melakukan amal sholeh, maka amal sholeh nya itu menjadi penolong baginya di hari kiamat kelak serta pastinya selalu berperilaku baik dan penuh kasih sayang dalam kesehariannya ketika bergaul dengan lingkungan.

semoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang selalu bertaqwa dan mendapatkan Ridho-Nya. Aamiin.

Macam-macam khot

KUNCI JAWABAN Asesmen Sumatif Tengah Semester Bahasa Arab kelas XI TP 2026-2027

 1. B                         11. C                    21. B                    31. B 2. C                         12. B                    ...